Kamis, 29 September 2016

Etika Profesi




Etika profesi merupakan gabungan dari kata “etika” dan “profesi”. Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu: tempat tinggal yang biasa, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berfikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Profesi sendiri berasal dari bahasa latin “Proffesio” yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”.
Etika profesi adalah cabang filsafat yang mempelajari penerapan prinsip-prinsip moral dasar atau norma-norma etis umum pada bidang-bidang khusus (profesi) kehidupan manusia.
Etika profesi menurut keiser dalam adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. (Suhrawardi Lubis, 1994:6-7)
Adapun fungsi etika yaitu sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan, etika ingin menampilkan ketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis, dan orientasi etis ini diperlukan dalam mengambil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme.

Didalam etika sering kali muncul kata etiket yang banyak orang yang menganggap pengertian serta pemahaman dari etika dengan etiket itu sama. Sebenarnya antara etika dengan etiket memiliki perbedaan. berikut merupakan perbedaan dari Etika dengan Etiket :

1.     Etiket menyangkut cara melakukan perbuatan manusia. Etiket menunjukkan cara yang tepat artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalam sebuah kalangan tertentu. Misalnya dalam makan, etiketnya ialah orang tua didahulukan umtuk mengambil nasi terlebih dahulu. Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan. Bila dilanggar dianggap melanggar etiket. Etika tidak terbatas pada cara melakukan sebuah perbuatan, etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri. Etika menyangkut masalah apakah sebuah perbuatan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan.

2.     Etiket hanya berlaku untuk pergaulan,Bila tidak ada orang lain atau tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku. Misalnya etiket tentang cara makan. Makan sambil menaruh kaki di atas meja dianggap melanggar etiket bila dilakukan bersama-sama orang lain. Bila dilakukan sendiri maka hal tersebut tidak melanggar etiket. Etika selalu berlaku walaupun tidak ada orang lain. Barang yang dipinjam harus dikembalikan walaupun pemiliknya sudah lupa.

3.     Etiket bersifat relatif ,yang dianggap tidak sopan dalam sebuah kebudayaan, dapat saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Contohnya makan dengan tangan, bersenggak sesudah makan. Etika jauh lebih absolut. Perintah seperti jangan berbohong, jangan mencuri merupakan prinsip etika yang tidak dapat ditawar-tawar.

4.     Etiket hanya memadang manusia dari segi lahirian saja sedangkan etika memandang manusia dari segi dalam. Penipu misalnya tutur katanya lembut, memegang etiket namun menipu. Orang dapat memegang etiket namun munafik sebaliknya seseorang yang berpegang pada etika tidak mungkin munafik karena seandainya dia bersikap munafik maka dia tidak bersikap etis.

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pelanggaran etika,
yaitu :
1.     Kebutuhan Individu
Contoh : cara berpakaiaan yang tidak sopan,melanggar lalu lintas demi kebutuhan yang mendesak.
2.     Tidak ada Pedoman
Contoh :  seseorang individu tidak mengetahui aturan yang berlaku di sekitarnya.  
3.     Perilaku kebiasaan individu
Contoh : Kebiasaan buruk sering dibawa-bawa kedalam kehidupan sehari-hari.
4.     Lingkungan tidak Etis
Contoh : lingkungan yang tercemar.
5.     Perilaku orang yang ditiru
Contoh : mengikuti gaya bertato dan tindik di telinga bagi laki-laki.

Orang yang melakukan pelanggaran biasanya akan mendapatkan sanksi sesuai dengan kesalahan yang mereka perbuat sanksi terhadap pelanggaran etika ada dua yaitu Sanksi Sosial ciri-cirinya skala relatif kecil, dipahami sebagai kesalahan yang dapat ‘dimaafkan’ dan Sanksi Hukum ciri-cirinya skala besar, merugikan hak pihak lain.
Adapun jenis-jenis etika yaitu Etika umum yang berisi prinsip serta moral dasar dan  Etika khusus atau etika terapan yang berlaku khusus. Etika khusus ini masih dibagi lagi menjadi etika individual dan etika sosial.
Contoh kasus Etika Profesi
Kasus Kredit Macet BRI Cabang Jambi 2010

sumber: kompas.com
Kredit Macet Hingga Rp. 52 Miliar, Akuntan Publik Diduga Terlibat. 

Seorang akuntan publik yang menyusun laporan keuangan Raden Motor yang bertujuan mendapatkan hutang atau pinjaman modal senilai Rp. 52 miliar dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Jambi pada tahun 2009 diduga terlibat dalam kasus korupsi kredit macet. Terungkapnya hal ini setelah Kejati Provinsi Jambi mengungkap kasus tersebut pada kredit macet yang digunakan untuk pengembangan bisnis dibidang otomotif tersebut. Fitri Susanti, yang merupakan kuasa hukum tersangka Effendi Syam, pegawai BRI Cabang Jambi yang terlibat kasus tersebut, Selasa [18/5/2010] menyatakan, setelah klien-nya diperiksa dan dicocokkan keterangannya dengan para saksi-saksi, terungkap adaa dugaan keterlibatan dari Biasa Sitepu yang adalah sebagai akuntan publik pada kasus ini.
Hasil pemeriksaan yang kemudian dikonfrontir keterangan tersangka dengan para saksi Biasa Sitepu, terungkap ada terjadi kesalahan dalam pelaporan keuangan perusahaan Raden Motor dalam pengajuan pinjaman modal ke BRI Cabang Jambi. Ada 4 aktivitas data pada laporan keuangan tersebut yang tidak disajikan dalam laporan oleh akuntan publik sehingga terjadi kesalahan dalam proses kreditnya dan ditemukan dugaan korupsi-nya“Ada 4 aktivitas laporan keuangan Raden Motor yang tidak dimasukan kedalam laporan keuangan yang diajukan ke Bank BRI, hingga menjadi sebuah temuan serta kejanggalan dari pihak kejaksaan untuk mengungkap kasus kredit macet ini.” tegas Fitr. Keterangan serta fakta tsb.
Terungkap setelah tersangka Effendi Syam, diperiksa dan dibandingkan keterangannya dengan keterangan saksi Biasa Sitepu yang berperan sebagai akuntan publik dalam kasus ini di Kejati Jambi. Seharusmya data-data laporan keuangan Raden Motor yang diajukan harus lengkap, tetapi didalam laporan keuangan yang diberikan oleh tersangka Zein Muhamad sebagai pimpinan Raden Motor ada data-data yang diduga tidak disajikan dengan seharusnya dan tidak lengkap oleh akuntn publik.
Tersangka Effendi Syam berharap penyidik di Kejati Jambi bisa melaksanakan pemeriksaan dan mengungkap kasus secara adil dan menetapkan pihak pihak yang juga terlibat dalam kasus tersebut, sehingga semuanya terungkap. Sementara itu, penyidik Kejaksaan masih belum mau berkomentar lebih banyak atas temuan tersebut.
Kasus kredit macet itu terungkap, setelah pihak kejaksaan menerima laporan tentang adanya penyalah-gunaan kredit yang diajukan oleh tersangka Zein Muhamad sebagai pemilik Raden Motor. Sementara ini pihak Kejati Jambi masih menetapkan 2 tersangka, yaitu Zein Muhamad sebagai pemilik Raden Motor yang mengajukan kredit dan Effedi Syam dari pihak BRI cabang jambi sebagai pejabat yang menilai pengajuan sebuah kredit.
Kasus tersebut termasuk dalam jenis etika khusus. Sanksi terhadap pelanggaran etikanya termasuk sanksi hukum.

 Referensi:




Rabu, 18 Mei 2016

Tugas Softskill Bahasa Inggris Bisnis 2

RELATIVE CLAUSE AND WISH


A.        Relative Clause

Relative Clause atau terkadang disebut sebagai adjective clause adalah klausa yang dimulai dengan relative pronoun seperto who atau which untuk menerangkan kata atau klausa pada kalimat induk. Relative pronoun yang digunakan dalam relative clause :
·        Who = untuk kata benda orang berupa subjek
·        Whom = untuk kata benda orang berupa objek
·        Whose = untuk kata benda orang yang menunjukan kepemilikan
·        Of Which = untuk kata benda orang yang menunjukan kepemilikan
·        Which = untuk kata benda bukan orang, subjek maupun objek
·        That =  kata benda orang maupun bukan bukan orang, subjek maupun objek
·        When = untuk menunjukan waktu
·        Where = untuk menunjukan tempat
·        Why = untuk menunjukan alasan

Contoh :
The girl who is standing there is my sister.
The park whereI have visited is beautiful.

Soal Relative Clause dan Jawaban :

1.A moth possesses two pairs of wings _______ as a single pair and are covered with dislike scales.
(A).Function
(B).are functioning
(C). that function
(D).but functions
Jawaban : C

2.Humans, _______ interact through communicative behavior by means of signs or symbols used conventionally
(A).like other animals
(B).how other animals
(C).other animals that
(D).do other animals
Jawaban:  A.

3.Lichen grow extremely well in very cold parts of the world _____ plants can survive.
(A).where few other
(B).few other
(C).where do few others
(D).there are few others.
Jawaban : A.

4.The moment _____ in to surprise the teacher was great!
(A).That the clown burst
(B).Where clown the burst
(C).When the clown burst
(D).Which burst the clown
Jawaban : C

5.The student_____ I teach is Rani.
(A).Whom
(B).Who
(C).Whose
(D).Which
Jawaban : A


B.     WISH

Wish digunakan untuk menginformasikan suatu penyesalan karena sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan harapan.
Wish mengindikasikan sebuah harapan/ keinginan untuk mengubah suatu situasi nyata menjadi tidak nyata. Situasi yang tidak nyata ini diekspresikan dalam kalimat lampau (past simple).

è  wish + simple past
Contoh:
-          I wish I lived in the big city.
-          I wish I told her the truth.
-          Everybody wishes they had more free time.

Wish diikuti oleh were menggantikan posisi was seperti halnya pada if-clause.
è  wish + were/weren’t
Contoh;
-          I wish it weren’t so hot
-          They wish I were fine
-          She wishes it weren’t so cold

Wish yang menginformasikan suatu penyesalan atas kejadian di masa lampau menggunakan struktur kalimat past perfect.
è  wish + past perfect/wish + had + V3
Contoh:
-          I wish I hadn’t eaten this food.
-          He wishes he had written a letter to Naomi.
Wish yang menginformasikan suatu penyesalan atas suatu kejadian dan berharap orang lain dapat mengubah situasi tersebut menggunakan struktur kalimat would + infinitive.
è  wish + would + infinitive/V1
Contoh:
-          I wish you would help me.
-          I wish our parents would attend the graduation party.
Wish dengan would dapat difungsikan untuk menyampaikan keluhan (complaining).
Contoh:
-          I wish you would be cleaner.
-          I wish she would wash the dishes.
Wish juga dapat diikuti could + infinitive yang mengindikasikan suatu harapan yang tidak mungkin tenjadi atau hanya sebuah mimpi.
Contoh:
-          I wish I could fly.
-          I wish I could get a better job.
Wish dan if seringkali dianggap sama. Namun, berdasarkan contoh-contoh di atas dapat dilihat bila klausa yang menggunakan wish merupakan independent clause sedangkan if-clause merupakan dependent clause dan itu menunjukkan keduanya memang berbeda.

Wish dapat digunakan dalam greeting (ucapan)
Contoh:
-          They wish you a ‘Happy Wedding Day’.
-          We wished him ‘Happy Birthday’


Soal dan Jawaban:

1. Lois wishes she______to what her mother told her.
(A) had listened
(B) had listen
(C) had listening
(D) had to listen
Jawaban : A
Kalimat dengan wish dapat diikuti oleh had kemudian diikuti past participle sehingga membentuk past perfect. Maka, jawaban yang tepat adalah had listened.

2. I wish I had______so much money last month.
(A) spend
(B) spending
(C) to spend
(D) spent
Jawaban : D
Bila dalam kalimat wish terdapat kata had maka harus diikuti past participle sehingga terbentuk past perfect guna menginformasikan adanya suatu penyesalan atas peristiwa di masa lampau. Jadi, jawaban yang benar adalah spent.

3. I wish my parents would______me stay out later.
(A) let
(B) lets
(C) letting
(D) to late
Jawaban : A
Kalimat dengan wish yang kemudian diikuti oleh would harus diikuti oleh infinitive. Maka, pilihan jawaban yang tepat adalah let.

4. I wish______to my mother.
(A) I have listened
(B) I had listened
(C) had listened
(D) I listen
Jawaban : B
Kalimat dengan wish untuk menceritakan penyesalan atas peristiwa di masa lampau digunakan struktur past perfect yaitu had + past panticiple namun sebelumnya didahului oleh kata ganti dulu. Jadi, susunan yang tepat adalah I had listened.

5. I want to go home, but I don't the way. The ‘wish’ sentence is______.
(A) I wish I knew the way home.
(B) I wish had known the way home.
(C) I wish know the way home.
(D) I wish have known the way home.
Jawaban : A
Kalimat di atas menggunakan bentuk present. Artinya, menceritakan kejadian di masa sekarang. Jika diubah dalam bentuk kalimat ‘wish’ maka setelah wish diikuti oleh past simple. Jadi, jawaban yang benar adalah I wish I knew the way home.



REFERENSI :
Forum Tentor Indonesia. 2015. TOP NO.1 TOEFL. Yogyakarta: Forum Edukasi
Hawariy, Gaza. et al. 2009. Panduan Lengkap TOEFL. Yogyakarta:Venus.