Selasa, 28 Maret 2017

Review Jurnal 5 (Pelaporan & Pengungkapan)



JURNAL 5
Judul penelitian
PENGARUH MANAJEMEN LABA PADA TINGKAT PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERMASUK DALAM INDEKS LQ-45
Nama peneliti
1.      Julia Halim
2.      Carmel Meiden
3.      Rudolf Lumban Tobing
Tahun penelitian
2005
Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah :
·  Untuk mengetahui pengaruh asimetri informasi pada manajemen laba.
·   Untuk mengetahui pengaruh kinerja masa kini pada manajemen laba.
·  Untuk mengetahui pengaruh kinerja masa depan pada manajemen laba.
·       Untuk mengetahui pengaruh faktor Leverage pada manajemen laba.
·  Untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan pada manajemen laba.
·      Untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan pada tingkat pengungkapan.
·    Untuk mengetahui pengaruh return kumulatif pada tingkat pengungkapan.
·       Untuk mengetahui pengaruh faktor Current Ratio pada tingkat Pengungkapan
·    Untuk mengetahui pengaruh manajemen laba pada tingkat pengungkapan dan sebaliknya.
Variabel yang digunkan
Variable Independen
     1.       Pengaruh Manajemen Laba
     2.       Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan

 Variable Dependen
     1.      Asimetri Informasi (SPREAD)
     2.      Kinerja masa kini (CRP)
     3.      Kinerja masa mendatang (FRP)
     4.      Leverage (DEBT)
     5.      Ukuran Perusahaan (SIZE)
     6.      Return kumulatif (RET)
     7.      Current Ratio (CR)
Metode penelitian
1.      Model Persamaan Simultan (Simultaneous-Equation Model)
2.      Analisis Regresi Ganda Bertahap
3.      Pengujian Keberartian Model (Uji F)
4.      Pengujian Koefisien Regresi (Uji t)
5.      Pengujian Asumsi Klasik
Hasil
    ·         Estimasi model persamaan regresi (3) adalah sebagai
berikut : DACC = -0,714 + 0,050 SIZE – 0,062 RET + 0,022 CR + 0,001SPREAD +0,417 CRP– 0,393 FRP + 0,009 DEBT
    ·         Estimasi model persamaan regresi ketiga
adalah sebagai berikut : IP = -8,675 + 0,012 SPREAD + 1,325 CRP – 3,123 FRP + 0,021 DEBT+0,661 SIZE + 1,893 RET + 0,099 CR
    ·         Estimasi model persamaan regresi (3) adalah
sebagai berikut : IP^ = -0,104 + 4,637 DACC^
    ·         estimasi IP sebagai variabel independen dengan estimasi model persamaan regresi sebagai berikut : DACC = -0,905 – 0,031IP^ + 0,001SPREAD +0,516CRP – 0,463FRP + 0,007DEBT + 0,068SIZE
    ·         Persamaan regresi diatas memenuhi uji asumsi klasik yaitu normalitas, homoskedastisitas, tidak ada autokorelasi (nilai DW=2,364), dan tidak terjadi multikolinearitas.
Kesimpulan
manajemen laba berpengaruh signifikan positif pada tingkat pengungkapan laporan keuangan sejalan dengan perspektif Efficient Earnings Management. Namun sebaliknya, tingkat pengungkapan berpengaruh signifikan negatif pada manajemen laba sejalan dengan perspektif Opportunistic Earnings Management.


Review Jurnal 4 (Akuntansi Komparatif Amerika & Asia)



JURNAL 4
Judul penelitian
ANALISIS KOMPARATIF KINERJA PERBANKAN SYARIAH DI ASIA
Nama peneliti
Rilanda Adzhani
Tahun penelitian
2016
Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah :
      1)      Menguji apakah terdapat perbedaan kinerja yang signifikan berdasarkan nilai indeks maqasid (Maqasid Index) dan membandingkannya antara perbankan syariah di Indonesia dengan perbankan syariah di Malaysia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar
      2)      Menguji apakah terdapat perbedaan yang signifikan nilai tujuan syariah kedua yaitu pembentukan  keadilan dan membandingkannya antara  perbankan syariah di Indonesia dengan perbankan syariah di Malaysia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar
     3)      Menguji apakah terdapat perbedaan yang signifikan nilai tujuan syariah ketiga yaitu kepentingan publik dan membandingkannya antara perbankan syariah di Indonesia dengan perbankan syariah di Malaysia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar
Variabel yang digunkan
a.       Maqasid Index
b.      Pembentukan Keadilan
c.       Kepentingan Publik
Metode penelitian
1.      Simple Additive Weighting (SAW)
2.      Multiple Attribute Decision Making (MADM)
Hasil
1.      Uji Normalitas Data menggunakan Kolmogrov-Smirnov Test
       Diketahui nilai test statistic untuk keadilan 0,140 dengan probabilitas signifikansi 0,200 dan nilai α > 0,05, hal ini berarti hipotesis nol tidak ditolak atau keadilan terdistribusi secara normal sedangkan nilai test statistic untuk keadilan 0,140 dengan probabilitas signifikansi 0,200 dan nilai α > 0,05 , hal ini berarti hipotesis nol tidak ditolak atau keadilan terdistribusi secara normal. Sedangkan nilai test statistic untuk masalah 0,157 dengan probabilitas signifikansi 0,190 dan nilai α > 0,005, hal ini bearrti hipotesis nol tidak ditolak atau masalah terdistribusi secara normal. Begitu juga dengan nilai test statistic untuk maqasid index 0,097 dengan probabilitas signifikansi 0,200 dan nilai α > 0,05 ,hal ini berarti hipotesis nol tidak ditolak atau maqasid index terdistribusi secara normal.

2.      Uji Analisis Deskriptif
     Dari tabel statistik deskriptif di atas menunjukkan jumlah sampel (N) ada 21, dari 21 sampel bank syariah rata-rata tujuan kedua yaitu pembentukan keadilan adalah 0,105111 dengan standar deviasi sebesar 0,0301937 serta selisih nilai maksimum dan minimum (range) yaitu sebesar 0,1301. Untuk tujuan ketiga yaitu kepentingan publik (al-maslahah) dari 21 sampel bank syariah memiliki rata-rata 0,027138 dengan standar deviasi sebesar 0,0263435 dan nilai range sebesar 0,858. Sedangkan untuk maqasid index, rata-rata dari 21 sampel bank syariah adalah 0,132249 dengan standar deviasi sebesar 0,0356684 dan nilai range sebesar 0,1270

3.      Uji Hipotesis
1.      Uji Test of Homogeneity of Variance
     Hasil uji test of homogeneity of variance menunjukkan bahwa nilai levene statistic untuk keadilan (tujuan kedua) sebesar 1,524 dan tidak signifikan pada 0,05 (probabilitas > 0,05) yang berarti tidak dapat menolak hipotesis nol yang menyatakan varians sama. Sedangkan untuk masalah (tujuan ketiga) dan maqasid index nilai levene statistic adalah sebesar 4,434 dan 3,155 dan keduanya signifikan pada 0,05 (probabilitas < 0,05) yang berarti dapat menolak hipotesis nol yang menyatakan bahwa varians tidak sama (berbeda).

2.      Uji Statistik ANOVA
      Dari tabel diatas nilai F hitung keadilan (tujuan kedua ) sebesar 1,706 dengan probabilitas 0,192 pada kolom Sig yang berarti p > 0,05 maka ketujuh negara mempunyai rata-rata keadilan yang tidak berbeda (signifikan), dengan demikian pada taraf nyata = 0,05 menolak hipotesis dua (H2) sehingga kesimpulan yang didapatkan adalah tidak adanya perbedaan yang signifikan dari tujuan syariah kedua (pembentukan keadilan) antara perbankan syariah Indonesia dengan perbankan syariah di Malaysia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar.
Sedangkan untuk F hitung maslahah (tujuan ketiga) sebasar 1,295 dengan probabilitas 0,321 yang beararti p > 0,05 maka ketujuh negara mempunyai rata-rata maslahah yang tidak berbeda (signifikan), dengan demikian pada taraf nyata = 0,05 menolak hipotesis tiga (H3).
Begitu pula dengan maqasid index yang memiliki nilai F hitung sebesar 0,526 dengan probabilitas 0,780 pada kolom Sig.yang berarti p> 0,05 maka ketujuh negara mempunyai rata-rata maqasid index yang tidak berbeda (signifikan), dengan demikian pada taraf nyata = 0,05 menolak satu H1
Kesimpulan
·         Hasil uji hipotesis maqasid index adalah menolak hipotesis satu (H1) yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari kinerja perbankan syariah secara keseluruhan antara perbankan syariah di Indonesia dengan perbankan di Malaysia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar
·         Hasil uji hipotesis tujuan syariah pembentukan keadilan (iqamah al-‘adl) adalah menolak hipotesis dua  (H2) yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari tujuan syariah kedua (pembentukan keadilan)  antara  perbankan syariah di Indonesia dengan perbankan syariah di Malaysia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar
·         Hasil uji hipotesis tujuan syariah kepentingan publik (jalb al maslahah) adalah menolak hipotesis tiga (H3) yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari tujuan syariah ketiga (kepentingan publik) antara perbankan syariah di Indonesia dengan perbankan syariah di Malaysia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar


Review Jurnal 3 (Akuntansi Komparatif Eropa)


JURNAL 3
Judul penelitian
ANALISIS DETERMINAN EKSPOR CRUDE PALM OIL (CPO) INDONESIA KE UNI EROPA
Nama peneliti
Drs. Jhon Hardy, M.Si
Tahun penelitian
2015
Tujuan
Untuk mengetahui deteminan ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia ke Uni Eropa
Variabel yang digunkan
a)    Variabel terikat (dependent variabel) yaitu Ekspor CPO
b) Variabel antara (intervening variabel) yaitu Harga Ekspor CPO
c)   Variabel bebasnya (independent variabel) yaitu Nilai Tukar Rupiah, Produksi CPO Domestik, Harga CPO Dunia, Pendapatan Perkapita, Produksi Minyak Makan, Harga Minyak Mentah Dunia
Metode penelitian
· Uji asumsi
· Uji statistic
· Uji hipotesis
Hasil
· Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh nilai tukar terhadap harga ekspor CPO adalah positif dan tidak signifikan sebesar 1,2%.
· Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh produksi CPO domestik terhadap harga ekspor CPO adalah negatif dan tidak signifikan sebesar 3,4%.
· Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh harga CPO dunia terhadap harga ekspor CPO adalah positif dan signifikan sebesar 101,5%.
· Indonesia Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh harga ekspor CPO terhadap ekspor CPO Indonesia tidak signifikan secara positif sebesar 16,4%.
· Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh nilai tukar terhadap ekspor CPO Indonesia signifikan secara positif sebesar 2,8%.
· Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh produksi CPO domestik terhadap ekspor CPO Indonesia signifikan secara positif sebesar 93,4%.
· Hasil analisis lah menunjukkan bahwa pengaruh harga CPO dunia terhadap ekspor CPO Indonesia tidak signifikan secara negative sebesar 16,5%.
· Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh pendapatan perkapita Uni Eropa terhadap ekspor CPO Indonesia signifikan secara negatif sebesar 18,7%.
· Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh produksi minyak makan Uni Eropa terhadap ekspor CPO Indonesia signifikan secara positif sebesar 29,9%.
· Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh harga minyak mentah dunia terhadap ekspor CPO Indonesia signifikan secara negatif sebesar 8,5%.
Hasil dan Kesimpulan
a)  Analisis Determinan Ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa dengan menggunakan perangkat analisa kuantitatif, baik secara teori maupun empirik maka dapat disimpulkan bahwa yang memiliki pengaruh dan hubungan yang tidak terputus adalah nilai tukar rupiah, produksi CPO domestic, harga CPO dunia, pendapatan perkapita Uni Eropa, produksi minyak makan Uni Eropa dan harga minyak dunia terhadap ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa.
b)   Harga merupakan salah satu hal penting dalam kegiatan ekspor impor, dengan adanya harga terjadilah jual beli. Namun kondisi ini justru sebaliknya yang terjadi di Uni Eropa, harga tidak berpengaruh terhadap permintaan Uni Eropa untuk mengimpor CPO dari Indonesia. Berapapun harga CPO yang ditawarkan Indonesia ke Uni Eropa, Uni Eropa tetap mengimpor CPO Indonesia dikarenakan peningkatan kebutuhan akan CPO untuk memproduksi CPO maupun produk turunan yang telah mencapai 100 jenis produk, dan Uni Eropa merupakan Negara-negara yang aktif dalam pengembangan produk turunan CPO termasuk saat ini pada pengembangan bahan bakar Biodiesel. Bahan bakar Biodiesel saat ini sangat dibutuhkan dunia sebagai bahan bakar alternative dari minyak mentah yang semakin langka dan mahal. Biodiesel berbahan baku CPO ini juga dapat diperbaharui sehingga lebih aman di lingkungan dari pada minyak mentah. Sedangkan Uni Eropa juga sedang menerapkan pengolahan CPO berbasis lingkungan yang aman.
Saran
a)    Faktor yang mempengaruhi ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa adalah nilai tukar rupiah, produksi CPO domestik, pendapatan perkapita Uni Eropa, produksi minyak makan Uni Eropa dan Harga minyak mentah dunia terhadap ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa.
b)   Pengembangan ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa maupun Negara selain Uni Eropa sangat menjanjikan bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi suatu Negara namun tidak terlepas dari harus dijaganya kelestarian lingkungan Negara produsen.
c) Bagi pengembangan penelitian lebih lanjut perlu mengkaji seberapa besar ekspor CPO ke Uni Eropa untuk kelanjutannya, karena saat ini fungsi dari CPO itu sendiri bukan hanya digunakan sebagai bahan makanan. Uni Eropa sedang mengambangkan teknologi berbahan dasar CPO yaitu pengembangan Biodiesel sebagai bahan bakar alternatif selain dari minyak bumi.
d)    Salah satu pengembangan penelitian adalah kelanjutan dari temuan ilmiah dari penelitian ini yaitu menganalisis determinan ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa dengan variabel yang digunakan hanya nilai tukar, produksi CPO domestic, pendapatan perkapita Uni Eropa, produksi minyak makan Uni Eropa, harga minyak dunia, dan menambah variabel pendukung lainnya dan variabel intervening.