JURNAL 5
|
|
Judul penelitian
|
PENGARUH MANAJEMEN LABA PADA TINGKAT PENGUNGKAPAN
LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERMASUK DALAM INDEKS LQ-45
|
Nama peneliti
|
1. Julia Halim
2. Carmel Meiden
3. Rudolf Lumban Tobing
|
Tahun penelitian
|
2005
|
Tujuan
|
Tujuan penelitian ini adalah :
· Untuk mengetahui pengaruh
asimetri informasi pada manajemen laba.
· Untuk mengetahui pengaruh
kinerja masa kini pada manajemen laba.
· Untuk mengetahui pengaruh
kinerja masa depan pada manajemen laba.
· Untuk mengetahui pengaruh
faktor Leverage pada manajemen laba.
· Untuk mengetahui pengaruh
ukuran perusahaan pada manajemen laba.
· Untuk mengetahui pengaruh
ukuran perusahaan pada tingkat pengungkapan.
· Untuk mengetahui pengaruh
return kumulatif pada tingkat pengungkapan.
· Untuk mengetahui pengaruh
faktor Current Ratio pada tingkat Pengungkapan
· Untuk mengetahui pengaruh
manajemen laba pada tingkat pengungkapan dan sebaliknya.
|
Variabel yang digunkan
|
Variable Independen
1. Pengaruh
Manajemen Laba
2. Tingkat
Pengungkapan Laporan Keuangan
Variable Dependen
1. Asimetri Informasi (SPREAD)
2. Kinerja masa kini (CRP)
3. Kinerja masa mendatang (FRP)
4. Leverage (DEBT)
5. Ukuran Perusahaan (SIZE)
6. Return kumulatif (RET)
7. Current Ratio (CR)
|
Metode penelitian
|
1.
Model Persamaan Simultan (Simultaneous-Equation
Model)
2.
Analisis Regresi Ganda Bertahap
3.
Pengujian Keberartian Model (Uji F)
4.
Pengujian Koefisien Regresi (Uji t)
5.
Pengujian Asumsi Klasik
|
Hasil
|
·
Estimasi model persamaan regresi (3) adalah sebagai
berikut : DACC = -0,714 + 0,050 SIZE – 0,062 RET +
0,022 CR + 0,001SPREAD +0,417 CRP– 0,393 FRP + 0,009 DEBT
·
Estimasi model persamaan regresi ketiga
adalah sebagai berikut
: IP = -8,675 + 0,012
SPREAD + 1,325 CRP – 3,123 FRP + 0,021 DEBT+0,661 SIZE + 1,893 RET + 0,099 CR
·
Estimasi model persamaan regresi (3) adalah
sebagai berikut : IP^ = -0,104 + 4,637 DACC^
·
estimasi IP sebagai variabel independen dengan estimasi model persamaan
regresi sebagai berikut : DACC
= -0,905 – 0,031IP^ + 0,001SPREAD +0,516CRP – 0,463FRP + 0,007DEBT + 0,068SIZE
·
Persamaan regresi diatas memenuhi uji asumsi klasik yaitu normalitas,
homoskedastisitas, tidak ada autokorelasi (nilai DW=2,364), dan tidak terjadi
multikolinearitas.
|
Kesimpulan
|
manajemen laba
berpengaruh signifikan positif pada tingkat pengungkapan laporan keuangan
sejalan dengan perspektif Efficient Earnings Management. Namun sebaliknya, tingkat pengungkapan berpengaruh
signifikan negatif pada manajemen laba sejalan dengan perspektif Opportunistic Earnings Management.
|
Selasa, 28 Maret 2017
Review Jurnal 5 (Pelaporan & Pengungkapan)
Review Jurnal 4 (Akuntansi Komparatif Amerika & Asia)
JURNAL 4
|
|
Judul penelitian
|
ANALISIS KOMPARATIF KINERJA PERBANKAN SYARIAH DI ASIA
|
Nama peneliti
|
Rilanda Adzhani
|
Tahun penelitian
|
2016
|
Tujuan
|
Tujuan penelitian ini adalah :
1)
Menguji apakah terdapat
perbedaan kinerja yang signifikan berdasarkan nilai indeks maqasid (Maqasid
Index) dan membandingkannya antara perbankan syariah di Indonesia dengan
perbankan syariah di Malaysia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan
Qatar
2)
Menguji apakah terdapat
perbedaan yang signifikan nilai tujuan syariah kedua yaitu pembentukan keadilan dan membandingkannya antara perbankan syariah di Indonesia dengan
perbankan syariah di Malaysia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar
3)
Menguji apakah terdapat
perbedaan yang signifikan nilai tujuan syariah ketiga yaitu kepentingan
publik dan membandingkannya antara perbankan syariah di Indonesia dengan
perbankan syariah di Malaysia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan
Qatar
|
Variabel yang digunkan
|
a. Maqasid Index
b. Pembentukan Keadilan
c.
Kepentingan Publik
|
Metode penelitian
|
1. Simple Additive Weighting (SAW)
2. Multiple Attribute Decision Making (MADM)
|
Hasil
|
1. Uji Normalitas Data menggunakan Kolmogrov-Smirnov Test
Diketahui nilai test
statistic untuk keadilan 0,140 dengan probabilitas signifikansi 0,200 dan
nilai α > 0,05, hal ini berarti hipotesis nol tidak ditolak atau keadilan
terdistribusi secara normal sedangkan nilai test statistic untuk keadilan
0,140 dengan probabilitas signifikansi 0,200 dan nilai α > 0,05 , hal ini
berarti hipotesis nol tidak ditolak atau keadilan terdistribusi secara
normal. Sedangkan nilai test statistic untuk masalah 0,157 dengan
probabilitas signifikansi 0,190 dan nilai α > 0,005, hal ini bearrti
hipotesis nol tidak ditolak atau masalah terdistribusi secara normal. Begitu
juga dengan nilai test statistic untuk maqasid index 0,097 dengan probabilitas
signifikansi 0,200 dan nilai α > 0,05 ,hal ini berarti hipotesis nol tidak
ditolak atau maqasid index terdistribusi secara normal.
2. Uji Analisis Deskriptif
Dari tabel statistik
deskriptif di atas menunjukkan jumlah sampel (N) ada 21, dari 21 sampel bank
syariah rata-rata tujuan kedua yaitu pembentukan keadilan adalah 0,105111
dengan standar deviasi sebesar 0,0301937 serta selisih nilai maksimum dan
minimum (range) yaitu sebesar 0,1301. Untuk tujuan ketiga yaitu kepentingan
publik (al-maslahah) dari 21 sampel bank syariah memiliki rata-rata 0,027138
dengan standar deviasi sebesar 0,0263435 dan nilai range sebesar 0,858.
Sedangkan untuk maqasid index, rata-rata dari 21 sampel bank syariah adalah
0,132249 dengan standar deviasi sebesar 0,0356684 dan nilai range sebesar
0,1270
3. Uji Hipotesis
1. Uji Test of Homogeneity of Variance
Hasil uji test of homogeneity
of variance menunjukkan bahwa nilai levene statistic untuk keadilan (tujuan
kedua) sebesar 1,524 dan tidak signifikan pada 0,05 (probabilitas > 0,05)
yang berarti tidak dapat menolak hipotesis nol yang menyatakan varians sama.
Sedangkan untuk masalah (tujuan ketiga) dan maqasid index nilai levene
statistic adalah sebesar 4,434 dan 3,155 dan keduanya signifikan pada 0,05
(probabilitas < 0,05) yang berarti dapat menolak hipotesis nol yang
menyatakan bahwa varians tidak sama (berbeda).
2. Uji Statistik ANOVA
Dari tabel diatas nilai F
hitung keadilan (tujuan kedua ) sebesar 1,706 dengan probabilitas 0,192 pada
kolom Sig yang berarti p > 0,05 maka ketujuh negara mempunyai rata-rata
keadilan yang tidak berbeda (signifikan), dengan demikian pada taraf nyata =
0,05 menolak hipotesis dua (H2) sehingga kesimpulan yang
didapatkan adalah tidak adanya perbedaan yang signifikan dari tujuan syariah
kedua (pembentukan keadilan) antara perbankan syariah Indonesia dengan
perbankan syariah di Malaysia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan
Qatar.
Sedangkan untuk F hitung maslahah (tujuan ketiga) sebasar 1,295 dengan
probabilitas 0,321 yang beararti p > 0,05 maka ketujuh negara mempunyai
rata-rata maslahah yang tidak berbeda (signifikan), dengan demikian pada
taraf nyata = 0,05 menolak hipotesis tiga (H3).
Begitu pula dengan maqasid index yang memiliki nilai F hitung sebesar
0,526 dengan probabilitas 0,780 pada kolom Sig.yang berarti p> 0,05 maka
ketujuh negara mempunyai rata-rata maqasid index yang tidak berbeda
(signifikan), dengan demikian pada taraf nyata = 0,05 menolak satu H1
|
Kesimpulan
|
·
Hasil uji hipotesis maqasid
index adalah menolak hipotesis satu (H1) yang berarti tidak
terdapat perbedaan yang signifikan dari kinerja perbankan syariah secara
keseluruhan antara perbankan syariah di Indonesia dengan perbankan di
Malaysia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar
·
Hasil uji hipotesis tujuan
syariah pembentukan keadilan (iqamah al-‘adl) adalah menolak hipotesis
dua (H2) yang berarti tidak
terdapat perbedaan yang signifikan dari tujuan syariah kedua (pembentukan
keadilan) antara perbankan syariah di Indonesia dengan
perbankan syariah di Malaysia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan
Qatar
·
Hasil uji
hipotesis tujuan syariah kepentingan publik (jalb al maslahah) adalah menolak
hipotesis tiga (H3) yang berarti tidak terdapat perbedaan yang
signifikan dari tujuan syariah ketiga (kepentingan publik) antara perbankan
syariah di Indonesia dengan perbankan syariah di Malaysia, Iran, Arab Saudi,
Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar
|
Review Jurnal 3 (Akuntansi Komparatif Eropa)
|
JURNAL 3
|
|
|
Judul penelitian
|
ANALISIS DETERMINAN EKSPOR CRUDE PALM OIL (CPO) INDONESIA KE UNI
EROPA
|
|
Nama peneliti
|
Drs. Jhon Hardy, M.Si
|
|
Tahun penelitian
|
2015
|
|
Tujuan
|
Untuk mengetahui deteminan ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia ke Uni
Eropa
|
|
Variabel yang digunkan
|
a) Variabel terikat (dependent
variabel) yaitu Ekspor CPO
b) Variabel antara (intervening
variabel) yaitu Harga Ekspor CPO
c) Variabel bebasnya (independent
variabel) yaitu Nilai Tukar Rupiah, Produksi CPO Domestik, Harga CPO
Dunia, Pendapatan Perkapita, Produksi Minyak Makan, Harga Minyak Mentah Dunia
|
|
Metode penelitian
|
·
Uji asumsi
·
Uji statistic
·
Uji hipotesis
|
|
Hasil
|
·
Hasil analisis menunjukkan bahwa
pengaruh nilai tukar terhadap harga ekspor CPO adalah positif dan tidak
signifikan sebesar 1,2%.
·
Hasil analisis menunjukkan
bahwa pengaruh produksi CPO domestik terhadap harga ekspor CPO adalah negatif
dan tidak signifikan sebesar 3,4%.
·
Hasil analisis menunjukkan
bahwa pengaruh harga CPO dunia terhadap harga ekspor CPO adalah positif dan
signifikan sebesar 101,5%.
·
Indonesia Hasil analisis
menunjukkan bahwa pengaruh harga ekspor CPO terhadap ekspor CPO Indonesia
tidak signifikan secara positif sebesar 16,4%.
·
Hasil analisis menunjukkan
bahwa pengaruh nilai tukar terhadap ekspor CPO Indonesia signifikan secara
positif sebesar 2,8%.
·
Hasil analisis menunjukkan
bahwa pengaruh produksi CPO domestik terhadap ekspor CPO Indonesia signifikan
secara positif sebesar 93,4%.
·
Hasil analisis lah
menunjukkan bahwa pengaruh harga CPO dunia terhadap ekspor CPO Indonesia
tidak signifikan secara negative sebesar 16,5%.
·
Hasil analisis menunjukkan
bahwa pengaruh pendapatan perkapita Uni Eropa terhadap ekspor CPO
Indonesia signifikan secara negatif sebesar 18,7%.
·
Hasil analisis menunjukkan
bahwa pengaruh produksi minyak makan Uni Eropa terhadap ekspor CPO Indonesia
signifikan secara positif sebesar 29,9%.
·
Hasil analisis menunjukkan
bahwa pengaruh harga minyak mentah dunia terhadap ekspor CPO Indonesia
signifikan secara negatif sebesar 8,5%.
|
|
Hasil dan Kesimpulan
|
a) Analisis Determinan Ekspor
CPO Indonesia ke Uni Eropa dengan menggunakan perangkat analisa kuantitatif,
baik secara teori maupun empirik maka dapat disimpulkan bahwa yang memiliki
pengaruh dan hubungan yang tidak terputus adalah nilai tukar rupiah, produksi
CPO domestic, harga CPO dunia, pendapatan perkapita Uni Eropa, produksi
minyak makan Uni Eropa dan harga minyak dunia terhadap ekspor CPO Indonesia
ke Uni Eropa.
b)
Harga merupakan salah satu
hal penting dalam kegiatan ekspor impor, dengan adanya harga terjadilah jual
beli. Namun kondisi ini justru sebaliknya yang terjadi di Uni Eropa, harga
tidak berpengaruh terhadap permintaan Uni Eropa untuk mengimpor CPO dari Indonesia.
Berapapun harga CPO yang ditawarkan Indonesia ke Uni Eropa, Uni Eropa tetap
mengimpor CPO Indonesia dikarenakan peningkatan kebutuhan akan CPO untuk
memproduksi CPO maupun produk turunan yang telah mencapai 100 jenis produk,
dan Uni Eropa merupakan Negara-negara yang aktif dalam pengembangan produk
turunan CPO termasuk saat ini pada pengembangan bahan bakar Biodiesel. Bahan
bakar Biodiesel saat ini sangat dibutuhkan dunia sebagai bahan bakar
alternative dari minyak mentah yang semakin langka dan mahal. Biodiesel
berbahan baku CPO ini juga dapat diperbaharui sehingga lebih aman di
lingkungan dari pada minyak mentah. Sedangkan Uni Eropa juga sedang
menerapkan pengolahan CPO berbasis lingkungan yang aman.
|
|
Saran
|
a) Faktor yang mempengaruhi
ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa adalah nilai tukar rupiah, produksi CPO
domestik, pendapatan perkapita Uni Eropa, produksi minyak makan Uni Eropa dan
Harga minyak mentah dunia terhadap ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa.
b) Pengembangan ekspor CPO
Indonesia ke Uni Eropa maupun Negara selain Uni Eropa sangat menjanjikan bagi
peningkatan pertumbuhan ekonomi suatu Negara namun tidak terlepas dari harus
dijaganya kelestarian lingkungan Negara produsen.
c) Bagi pengembangan penelitian
lebih lanjut perlu mengkaji seberapa besar ekspor CPO ke Uni Eropa untuk
kelanjutannya, karena saat ini fungsi dari CPO itu sendiri bukan hanya
digunakan sebagai bahan makanan. Uni Eropa sedang mengambangkan teknologi
berbahan dasar CPO yaitu pengembangan Biodiesel sebagai bahan bakar
alternatif selain dari minyak bumi.
d) Salah satu pengembangan
penelitian adalah kelanjutan dari temuan ilmiah dari penelitian ini yaitu
menganalisis determinan ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa dengan variabel
yang digunakan hanya nilai tukar, produksi CPO domestic, pendapatan perkapita
Uni Eropa, produksi minyak makan Uni Eropa, harga minyak dunia, dan menambah
variabel pendukung lainnya dan variabel intervening.
|
Langganan:
Postingan (Atom)