Rabu, 18 Mei 2016

Tugas Softskill Bahasa Inggris Bisnis 2

RELATIVE CLAUSE AND WISH


A.        Relative Clause

Relative Clause atau terkadang disebut sebagai adjective clause adalah klausa yang dimulai dengan relative pronoun seperto who atau which untuk menerangkan kata atau klausa pada kalimat induk. Relative pronoun yang digunakan dalam relative clause :
·        Who = untuk kata benda orang berupa subjek
·        Whom = untuk kata benda orang berupa objek
·        Whose = untuk kata benda orang yang menunjukan kepemilikan
·        Of Which = untuk kata benda orang yang menunjukan kepemilikan
·        Which = untuk kata benda bukan orang, subjek maupun objek
·        That =  kata benda orang maupun bukan bukan orang, subjek maupun objek
·        When = untuk menunjukan waktu
·        Where = untuk menunjukan tempat
·        Why = untuk menunjukan alasan

Contoh :
The girl who is standing there is my sister.
The park whereI have visited is beautiful.

Soal Relative Clause dan Jawaban :

1.A moth possesses two pairs of wings _______ as a single pair and are covered with dislike scales.
(A).Function
(B).are functioning
(C). that function
(D).but functions
Jawaban : C

2.Humans, _______ interact through communicative behavior by means of signs or symbols used conventionally
(A).like other animals
(B).how other animals
(C).other animals that
(D).do other animals
Jawaban:  A.

3.Lichen grow extremely well in very cold parts of the world _____ plants can survive.
(A).where few other
(B).few other
(C).where do few others
(D).there are few others.
Jawaban : A.

4.The moment _____ in to surprise the teacher was great!
(A).That the clown burst
(B).Where clown the burst
(C).When the clown burst
(D).Which burst the clown
Jawaban : C

5.The student_____ I teach is Rani.
(A).Whom
(B).Who
(C).Whose
(D).Which
Jawaban : A


B.     WISH

Wish digunakan untuk menginformasikan suatu penyesalan karena sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan harapan.
Wish mengindikasikan sebuah harapan/ keinginan untuk mengubah suatu situasi nyata menjadi tidak nyata. Situasi yang tidak nyata ini diekspresikan dalam kalimat lampau (past simple).

è  wish + simple past
Contoh:
-          I wish I lived in the big city.
-          I wish I told her the truth.
-          Everybody wishes they had more free time.

Wish diikuti oleh were menggantikan posisi was seperti halnya pada if-clause.
è  wish + were/weren’t
Contoh;
-          I wish it weren’t so hot
-          They wish I were fine
-          She wishes it weren’t so cold

Wish yang menginformasikan suatu penyesalan atas kejadian di masa lampau menggunakan struktur kalimat past perfect.
è  wish + past perfect/wish + had + V3
Contoh:
-          I wish I hadn’t eaten this food.
-          He wishes he had written a letter to Naomi.
Wish yang menginformasikan suatu penyesalan atas suatu kejadian dan berharap orang lain dapat mengubah situasi tersebut menggunakan struktur kalimat would + infinitive.
è  wish + would + infinitive/V1
Contoh:
-          I wish you would help me.
-          I wish our parents would attend the graduation party.
Wish dengan would dapat difungsikan untuk menyampaikan keluhan (complaining).
Contoh:
-          I wish you would be cleaner.
-          I wish she would wash the dishes.
Wish juga dapat diikuti could + infinitive yang mengindikasikan suatu harapan yang tidak mungkin tenjadi atau hanya sebuah mimpi.
Contoh:
-          I wish I could fly.
-          I wish I could get a better job.
Wish dan if seringkali dianggap sama. Namun, berdasarkan contoh-contoh di atas dapat dilihat bila klausa yang menggunakan wish merupakan independent clause sedangkan if-clause merupakan dependent clause dan itu menunjukkan keduanya memang berbeda.

Wish dapat digunakan dalam greeting (ucapan)
Contoh:
-          They wish you a ‘Happy Wedding Day’.
-          We wished him ‘Happy Birthday’


Soal dan Jawaban:

1. Lois wishes she______to what her mother told her.
(A) had listened
(B) had listen
(C) had listening
(D) had to listen
Jawaban : A
Kalimat dengan wish dapat diikuti oleh had kemudian diikuti past participle sehingga membentuk past perfect. Maka, jawaban yang tepat adalah had listened.

2. I wish I had______so much money last month.
(A) spend
(B) spending
(C) to spend
(D) spent
Jawaban : D
Bila dalam kalimat wish terdapat kata had maka harus diikuti past participle sehingga terbentuk past perfect guna menginformasikan adanya suatu penyesalan atas peristiwa di masa lampau. Jadi, jawaban yang benar adalah spent.

3. I wish my parents would______me stay out later.
(A) let
(B) lets
(C) letting
(D) to late
Jawaban : A
Kalimat dengan wish yang kemudian diikuti oleh would harus diikuti oleh infinitive. Maka, pilihan jawaban yang tepat adalah let.

4. I wish______to my mother.
(A) I have listened
(B) I had listened
(C) had listened
(D) I listen
Jawaban : B
Kalimat dengan wish untuk menceritakan penyesalan atas peristiwa di masa lampau digunakan struktur past perfect yaitu had + past panticiple namun sebelumnya didahului oleh kata ganti dulu. Jadi, susunan yang tepat adalah I had listened.

5. I want to go home, but I don't the way. The ‘wish’ sentence is______.
(A) I wish I knew the way home.
(B) I wish had known the way home.
(C) I wish know the way home.
(D) I wish have known the way home.
Jawaban : A
Kalimat di atas menggunakan bentuk present. Artinya, menceritakan kejadian di masa sekarang. Jika diubah dalam bentuk kalimat ‘wish’ maka setelah wish diikuti oleh past simple. Jadi, jawaban yang benar adalah I wish I knew the way home.



REFERENSI :
Forum Tentor Indonesia. 2015. TOP NO.1 TOEFL. Yogyakarta: Forum Edukasi
Hawariy, Gaza. et al. 2009. Panduan Lengkap TOEFL. Yogyakarta:Venus.




Sabtu, 02 Januari 2016

BIBLIOGRAFI



 A.Pengertian Bibliografi


Bibliografi adalah sebuah daftar pustaka yang mencangkup isi dan deskripsi sebuah buku, hal tersebut meliputi, judul, pengarang, edisi, cetakan, kota penerbit, nama penerbit, tahun terbit, jumlah halaman, ukuran tinggi buku dan ISBN.
Kata bibliografi berasal dari bahasa Yunani dengan akar kata Biblion: yang berarti buku dan Graphein: yang berarti menulis, maka kata Bibliografi secara harfiah berarti penulisan buku. Dalam hal ini maka bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut aturan yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.


B.Jenis-jenis Bibliografi
  
Jenis bibliografi yang dihasilkan dalam pembuatan publikasi sekunder akan tergantung pada jenis pustaka yang akan didaftar. Misalnya akan dibuat daftar yang berasal dari deskripsi katalog buku yang dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut dapat dinamakan daftar katalog. Sementara jika daftar yang disusun berdasarkan judul artikel suatu majalah, maka daftar tersebut dapat disebut daftar isi. Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi :

1).    Bibliogrfi deskriptif:
Yaitu bibliografi yang dilengakapi deskripsi singkat yang didapat dari gambaran fisik yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak yang tertulis.

2).    Bibliografi evaluatif:
Yaitu bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi tentang suatu bahan pustaka.Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau artikel.
 
C.Fungsi Bibliografi

Fungsi sebuah bibliografi hendaknya secara tegas dibedakan dari fungsi sebuah catatan kaki. Referensi pada catatan kaki dipergunakan untuk menunjuk kepada sumber dan pernyataan atau ucapan yang dipergunakan dalam teks. Sebab itu referensi itu harus menunjuk dengan tepat tempat. dimana pembaca dapat menemukan pernyataan atau ucapan itu.

Dalam hal ini selain pengarang, judul buku dan sebagainya. harus dicantumkan pula nomor halaman di mana pernyataan atau ucapan itu bisa dibaca. Sebaliknya sebuah bibliografi memberikan deskripsi yang penting tentang buku, majalah, harian itu secara keseluruhan. Karena itu fungsi catatan kaki dan bibliografi seluruhnya tumpang-tindih satu sama lain.

Di pihak lain bibliografi dapat pula dilihat dan segi lain. yaitu ía berfungsi sebagai pelengkap dan sebuah catatan kaki. Mengapa bibliografi itu dapat pula dilihat sebagai pelcngkap? Karena bila seorang pembaca iugin mengetahui lebih lanjut tentang referensi yang terdapat pada catatan kaki. maka ia dapat mencarinya dalam bibliografi. Dalam bibliografi dapat mengetahui keterangan-keterangan yang lengkap mengenai buku atau majalah itu.


D.Tujuan bibliografi atau daftar pustaka

Daftar pustaka bermaksud mentabulasi atau mendaftarkan semua sumber bacaan baik yang sudah dipublikasikan sperti buku,majalah, surat kabar, maupun yang belum dipublikasikan seperti paper skripsi, tesis, an disertasi. Melauli daftar pustaka ini, pembaca dapat mengetahui sumber-sumber apa saja yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah itu tanpa membaca seluruh tulisan terlebih dahulu.  Berdasarkan daftar pustaka itu, pembaca yang berpengalaman akan dapat mengira mutu pembahasan tulisan tersebut, karena tujuan utama dari daftar pustaka adalah untuk mengidentifikasi karya ilmiah itu sendiri.

E. Unsur-unsur  bibliografi (daftar pustaka) 

Untuk persiapan yang baik agar tidak ada kesulitan dalam penyusunan bibiografi itu, tiap penulis harus tahui pokok-pokok mana yang harus dicatat. Pokok yang paling penting yang harus dimasukkan dalam sebuah bibliografi adalah:

1).    Nama penulis, yang dikutip secara lengkap. 
 Untuk penulis-penulis asing nama keluarga diletakan paling depan. Hal ini menentukan urutan huruf dalam daftar pustaka. Untuk penulis Indonesia yang menentukan urutan alfabetisnya ialah huruf pertama. Nama sendiri.
Jika penulis terdiri dari dua atau tiga orang, semua nama dicantumkan. Jika penulis lebih dari tiga orang ditulis singkatan et. al. (dan kawan-kawan/dkk).
Jika dalam sumber bacaan terdapat beberapa tulisan yang di tulis oleh penulis yang sama maka sumber bacaaan itu disusun berurutan. Nama penulis hanya ditulis  urutan pertama, karya urutan kedua dan sterusnya tidak ditliskan tetapi diganti dengan garis sepanjang tujuh ketkan. Nama penulis meupun garis, diakhiri dengan titik.

2).    Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
Cara menuliskan judul buku pada catatan kaki sama dengan cara menuliskan di daftar pustaka. Judul tulisan ketik dengan huruf kapital untuk setiap awal kata kecali kata tugas. Judul buku diletakan diantara tanda kutip dan diakhiri dengan tanda koma. Judul buku diketik dengan dengan jarak dua ketukan dari tanda titik di belakang nama penulis.

3).    Data publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke-berapa, nomor jilid, dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
Data publikasi dimulai dengan tempat penerbitan dan akhiri dengan titik dua, kemudian dengan jarak satu sela ketukan dilanjutkan dengan nama badan penerbit, ditutup dengan koma, sela satu ketukan kemdian diikuti tahun penerbitan yang ditulis dengan angka arab dan diakhiri dengan titik. Jarak data publikasi dengan judul dua sela ketukan.

4).    Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid. nomor dan tahun.
Dalam daftar pustaka nama buku atau nama majalah dengan cara yang sama dengan judul tulisan yaitu dengan huruf kapital untuk setiap awal kata dan diberi garis bawah. Nama buku diakhiri dengan tanda titik, tetapi untuk nama majalah diakhiri dengan tanda koma.

F. Penyusunan Bibliografi 

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun daftar pustaka :
1. Daftar pustaka  tidak diberi nomor urut
2. Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad
3. Gelar penulisan tidak dicantumkan walaupun dalam buku yang dikutip penulis gelar
4. Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan refrensi, untuk refrensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
5. Daftar pustaka deletakan pada bagian terakhir dari tulisan
6. Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
7. Baris pertama dimulai dari garis tepi margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak empat/tujuh ketukan.

Contoh-contoh penyusunan Daftar pustaka (BIBLIOGRAFI) pada buku :
1). Penulisan daftar pustaka terdiri atas 1 (satu)  orang penulis
Contoh :
Keraf, Gorys. 1980. Komposisi. Ende : Nusa Indah Ibrahim, nini. 2011. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: UHAMKA PRESS
2). Penulisan daftar pustaka terdiri atas 2 (dua) orang penulis buku
Contoh :
Arifin, E. Zaenal dan s. Amran Tasai. 1995. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta : Akademia
3). Contoh daftar pustaka dengan penulis buku terdiri dari 3 (tiga) orang
Contoh :
Akhadiah, Sabarti, maidar G. Arsjad, dan Sakurta H. Ridwan. 2003. Pembinaan Kemampuan Manulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga
4). Contoh daftar pustaka denga penulis buku lebih dari 3 orang
Rani, Abdul dkk.2000. Analisis Wacana. Malang: Bayamedia

Contoh BIBLIOGRAFI berdasarkan acuan yang digunakan :

1). Buku sebagai sumber acuan
Penyusunannya:
-nama pengarang
-tahun terbit
-judul buku
-tempat terbit
-nama  penerbit

Contoh :
Setiabudi, A.N. 1985. Cakrawala Nusantara. Jakarta : Gramedia. Depdikbud 1989. Kisah Penulisa Sebagai Pahlawan, Jakarta : Balai Pustaka.


2). Majalah sebagai sumber acuan
Penyusunannya :
-nama pengarang
-tahun terbit
-judul artikel/majalah
-nama majalah
-no. Majalah
-bulan majalah
-tahun tebit

Contoh :
Rahmawati, A.N. 1985. “Kisah Perjuangan seorang anak” Insert Media, 12 (Desember IV). Jakarta


3). Surat Kabar sebagai acuan
Penyusunannya :
-nama pengarang
-tahun terbit
-judul artikel
-nama surat kabar
-tanggal terbit
-tempat terbit 

Contoh :
Sulastri, A.N. 2001. “Menjaga kecantikan secara alami” Sindo, 2 November 2001 . Jakarta.
 

4). Internet sebagai sumber
Contoh :
Setianingrum, A.N. 1985. “Kereta maglev masa depan” Wikipedia (online), jilid 5,  No.4, (http://www.atmasetya.com, di akses 15 November 2001)
 

G. Manfaat Bibliografi 

Pencatatan informasi mengenai koleksi perpustakaan dalam bentuk bibliografi dilakukan dengan berbagai alasan antara lain:

1. Jumlah koleksi perpustakaan yang semakin meningkat bentuk dan bidang kajiannya
2. Kebutuhan informasi para pengguna yang semakin beragam dan meningkat jumlahnya
3.  Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan penelusuran informasi yang cepat dan tepat

Oleh karena itu penyusunan suatu daftar bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu. Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai bagian dari jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai. Dengan menerbitkan suatu bibliografi, pustakawan dapat menawarkan koleksinya kepada pemakai tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya, serta dapat menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan.

Dengan demikian maka, bibliografi dapat digunakan sebagai:
1. Bahan rujukan terhadap koleksi perpustakaan
2. Daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan
3. Daftar informasi bahan pustaka mengenai suatu bidang kajian tertentu, dan sebagainya.



sumber :